Mengenal Gejala Fisura Ani dan Penyebabnya

Senin, Desember 11th, 2017 - kesehatan

Apa itu Fisura Ani?

Mengenal Gejala Fisura Ani dan Penyebabnya

Fisura Ani adalah retakan kecil atau robekan yang terjadi di lapisan lubang anus atau rektum yang tipis dan lembab.

Fisura Ani ini merupakan penyakit umum yang sering terjadi. Pada umumnya penyakit ini lebih banyak menyerang bayi. Akan tetapi tidak sedikit juga orang dewasa yang mengalaminya, hal ini menandakan bahwa Fisura Ani dapat terjadi pada pasien yang memiliki usia berapapun.

Fisura Ani ini dapat terjadi dan menyerang siapapun karena bersifat akut (tiba-tiba) atau kronis (berkepanjangan). Jika Anda mengalami Fisura Ani jangka pendek atau kasus akut biasanya akan dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari. Jika sebaliknya Anda terkena fisura kronis, kemungkinan Anda tidak akan sembuh dalam waktu yang sebentar.

Biasanya Anda memerlukan perawatan lebih lanjut lagi jika terkena penyakit ini. Oleh sebab itu ada baiknya jika Anda mengalami nyeri pada Anus saat buang air besar untuk jangka waktu yang sudah lama, sebaiknya diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Gejala Fisura Ani

Gejala yang paling umum dari anal yang robek adalah nyeri di daerah dubur dan sekitarnya. Fisura Ani ini sering kali menyebabkan buang air besar yang menyakitkan dan mengakibatkan pendarahan pada anus.

Penyebab  Fisura Ani

Fisura Ani biasanya dapat terjadi diakibatkan oleh buang air besar yang tegang dan sulit, sehingga saat kotoran keluar menyebabkan luka pada saluran anus. Mereka juga dapat disebabkan oleh diare berulang-ulang, saat melahirkan, ketika aliran darah ke daerah tersebut turun dan pada orang yang memiliki penyakit Crohn.

Bagaimana Fisura Ani Didiagnosis

Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan dubur. Biasanya, ujian visual diperlukan untuk melihat masalah tersebut. Dokter Anda mungkin harus memasukkan jari yang dilumasi dengan lintis ke dalam lubang anus.

Bisakah masalah ini dicegah atau dihindari?

Menjaga pergerakan usus tetap teratur dan menghindari sembelit bisa membantu mencegah terjadinya ini. Anda juga dapat lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian ke piring harian Anda untuk mendapatkan cukup serat. Minum banyak cairan dan berolahraga beberapa hari untuk membantu menjaga sistem pencernaan Anda tetap bergerak.

Pengobatan Fisura Anal

Kebanyakan dari semua Fisura Anal yang terjadi sembuh dengan sendirinya dan sama sekali tidak memerlukan pengobatan. Jika Fisura tidak sembuh dengan sendirinya, perawatan lain mungkin memerlukan krim resep seperti nitrat atau penghambat saluran kalsium. Jika belum sumbah juga, maka Anda akan membutuhkan suntikan Botox ke otot anus (disebut sfingter anal) atau operasi kecil untuk mengendurkan otot anal bisa digunakan sebagai upaya terakhir.

Dokter Anda mungkin meresepkan pelunak tinja untuk membuat pergi ke kamar mandi menjadi lebih mudah dan kurang menyakitkan sampai Fisura sembuh. Alih-alih menggunakan kertas toilet, sebaiknya Anda gunakan tisu bebas alkohol yang lembut di area ini.

Selain itu, mandi air hangat juga dapat membantu menyembuhkan celah dan membuat Anda merasa lebih baik. Isi bak mandi dengan air hangat yang cukup untuk menutupi pinggul dan bokong Anda. Jangan gunakan sabun atau gelembung atau produk lain kecuali yang ditentukan oleh dokter Anda. Kemudian Anda dapat masuk ke dalam bak dan tenang di bak mandi tersebut. Lakukan hal ini 2 sampai 3 kali sehari selama kurang lebih sekitar 10 menit.

Jika Anda khawatir dengan rasa sakit saat buang air besar, Anda mungkin berpikir untuk menundanya. Akan tetapi sebaiknya Anda jangan melakukan hal tersebut, karena hal itu hanya akan menyebabkan tinja menjadi lebih keras, membuat Fisura menjadi lebih buruk. Agar cepat sembuh, sebaiknya Anda melanjutkan hidup sehat dengan diet serat tinggi dan konsumsi makanan yang bergizi dan mengandung cukup air readmore.